Disaat awan mendung datang menghampiri, pada saat itulah jiwaku bergejolak. Namun disaat hujan membasahi bumi disitulah aku berdiri untuk saat ini.
Hari-hari ku lewati dengan perasaan yang tenang dan jernih walau ku tau perasaanku ini tak lah selalu sama dengan pikiranku. Ku coba tuk menghadapi semuanya dengan bijak walau disatu sisi aku pun sedang dalam keadaan terinjak.
Hidupku ini ingin merasakan bagaimana terbang tinggi layaknya seekor burung dilangit dan tanpa ada sebab alasan yang akan membuatku jatuh mendarat. Namun takdir pun sedang berkata lain, tak jarang setiap hari aku merasakan bagai orang pribumi yang selalu ditindas oleh 1 pihak dimana pihak tersebut adalah negaraku sendiri.
Hanya iman dan kesabaran sebagai landasanku untuk bertahan diatas tanah yang bukan ku miliki ini. Disertai Doa dan Ikhtiar yang bisa kulakukan untuk merubah sedikit demi sedikit keterpurukkan ini menjadi sebuah kebahagiaan yang tak ada ujungnya.
Dalam hukum alam pun tak ada yang mengira bahwa setelah hujan membasahi akan datang suatu fenomena dimana sebuah pelangi yang indah akan terbentang dilangit sejauh mata memandang. Sama halnya dengan hidup ini, tak ada yang mengira masa depan yang akan kita jumpai akan bagaimana, dan akan seperti apa setelah sekian lama bersakit-sakit demi menggapai pelangi tersebut.
Aku percaya bahwa Tuhan tak akan pernah memberikan ujian yang melebihi batas kemampuan Hamba-Nya. Dan aku yakin suatu hati nanti mentaripun akan bersinar kembali, disaat memang sudah takdirnya seiring dengan berjalannya waktu.
Kamis, 23 Oktober 2014 -
0
komentar
0
komentar
Mentari Kan Bersinar Kembali
Rabu, 22 Oktober 2014 -
0
komentar
0
komentar
Aku dan Balik Layar
Malam ini, aku mengawali semuanya dengan menatap layar monitor dan sehelai kertas yang kan aku susun dengan seuntai kata kata hingga menjadi sebuah cerita dalam hidupku.
Awalnya aku tak mengerti apa yang sedang kurasakan, bermula dari kesamaan antara aku dengannya. Kesamaan yang memang tak direncanakan dan diketahui sebelumnya, rasa itupun hadir menemani dalam hari-hariku.
Disaat orang mulai merasakan jatuh cinta, mereka selalu memandangi, mendekati, bahkan tertawa bersama dengan orang yang mereka suka atau mungkin rasa cinta diantara mereka sudah mulai terlihat. Dengan 2 Mata yang dianugrahkan oleh Tuhan, tak sedikit diantara mereka, ingin dilihat oleh seseorang yang selama ini dilihatnya, untuk melirik walau hanya sebentar saja.
Sajian pagiku tidak lain dan tidak bukan adalah kamu, aku selalu berusaha untuk melihatmu dengan berbagai cara semampuku, hal pertama yang sering aku lakukan adalah melihatmu dari tempat parkir yang berada tak jauh dari halaman kelasku. Ku coba untuk melihat dan memandangi sosok dirimu, meski kau sadar atau tidak.
Aku selalu tersenyum didepan kelasku saat engkau beranjak dari kursimu walau untuk sekedar mencari udara segar saja. Dan tak jarang aku merasakan kerinduan disaat kita berpisah. saat bel pulang misalnya.
Akupun selalu terkagum-kagum dengan sosok dirimu disaat aku melihat senyum kebahagiaanmu. Terkadang, aku tak tau untuk siapa senyumanmu itu.
Terkang beberapa khayalan pun terlintas dalam benakku, "Apa bisa aku memilikimu dengan keterbatasanku ini?"
Disaat kau sudah bahagia dengan yang lain, aku yakin aku akan tetap bertahan, walau tak terasa hati inipun menangis dan meneteskan air mata dipipiku meski tanpa kau sadari.
Dari situ akupun tersadar akan banyak keterbatasan diriku ini. Mungkin aku memang tak seperti yang kau inginkan, aku tak mampu berbisik pada hati kecilmu tentang rasaku. Karena aku hanya sesosok pria yang mampu menatapmu dari kejauhan, menatap senyum manismu hanya dari balik layar.
Awalnya aku tak mengerti apa yang sedang kurasakan, bermula dari kesamaan antara aku dengannya. Kesamaan yang memang tak direncanakan dan diketahui sebelumnya, rasa itupun hadir menemani dalam hari-hariku.
Disaat orang mulai merasakan jatuh cinta, mereka selalu memandangi, mendekati, bahkan tertawa bersama dengan orang yang mereka suka atau mungkin rasa cinta diantara mereka sudah mulai terlihat. Dengan 2 Mata yang dianugrahkan oleh Tuhan, tak sedikit diantara mereka, ingin dilihat oleh seseorang yang selama ini dilihatnya, untuk melirik walau hanya sebentar saja.
Sajian pagiku tidak lain dan tidak bukan adalah kamu, aku selalu berusaha untuk melihatmu dengan berbagai cara semampuku, hal pertama yang sering aku lakukan adalah melihatmu dari tempat parkir yang berada tak jauh dari halaman kelasku. Ku coba untuk melihat dan memandangi sosok dirimu, meski kau sadar atau tidak.
Aku selalu tersenyum didepan kelasku saat engkau beranjak dari kursimu walau untuk sekedar mencari udara segar saja. Dan tak jarang aku merasakan kerinduan disaat kita berpisah. saat bel pulang misalnya.
Akupun selalu terkagum-kagum dengan sosok dirimu disaat aku melihat senyum kebahagiaanmu. Terkadang, aku tak tau untuk siapa senyumanmu itu.
Terkang beberapa khayalan pun terlintas dalam benakku, "Apa bisa aku memilikimu dengan keterbatasanku ini?"
Disaat kau sudah bahagia dengan yang lain, aku yakin aku akan tetap bertahan, walau tak terasa hati inipun menangis dan meneteskan air mata dipipiku meski tanpa kau sadari.
Dari situ akupun tersadar akan banyak keterbatasan diriku ini. Mungkin aku memang tak seperti yang kau inginkan, aku tak mampu berbisik pada hati kecilmu tentang rasaku. Karena aku hanya sesosok pria yang mampu menatapmu dari kejauhan, menatap senyum manismu hanya dari balik layar.
Langganan:
Komentar (Atom)