Disaat awan mendung datang menghampiri, pada saat itulah jiwaku bergejolak. Namun disaat hujan membasahi bumi disitulah aku berdiri untuk saat ini.
Hari-hari ku lewati dengan perasaan yang tenang dan jernih walau ku tau perasaanku ini tak lah selalu sama dengan pikiranku. Ku coba tuk menghadapi semuanya dengan bijak walau disatu sisi aku pun sedang dalam keadaan terinjak.
Hidupku ini ingin merasakan bagaimana terbang tinggi layaknya seekor burung dilangit dan tanpa ada sebab alasan yang akan membuatku jatuh mendarat. Namun takdir pun sedang berkata lain, tak jarang setiap hari aku merasakan bagai orang pribumi yang selalu ditindas oleh 1 pihak dimana pihak tersebut adalah negaraku sendiri.
Hanya iman dan kesabaran sebagai landasanku untuk bertahan diatas tanah yang bukan ku miliki ini. Disertai Doa dan Ikhtiar yang bisa kulakukan untuk merubah sedikit demi sedikit keterpurukkan ini menjadi sebuah kebahagiaan yang tak ada ujungnya.
Dalam hukum alam pun tak ada yang mengira bahwa setelah hujan membasahi akan datang suatu fenomena dimana sebuah pelangi yang indah akan terbentang dilangit sejauh mata memandang. Sama halnya dengan hidup ini, tak ada yang mengira masa depan yang akan kita jumpai akan bagaimana, dan akan seperti apa setelah sekian lama bersakit-sakit demi menggapai pelangi tersebut.
Aku percaya bahwa Tuhan tak akan pernah memberikan ujian yang melebihi batas kemampuan Hamba-Nya. Dan aku yakin suatu hati nanti mentaripun akan bersinar kembali, disaat memang sudah takdirnya seiring dengan berjalannya waktu.
Kamis, 23 Oktober 2014 -
0
komentar
0
komentar
Mentari Kan Bersinar Kembali
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar